• Atap Baja Ringan
  •  Baja Ringan
  • Genteng Keramik Baja Ringan
  • Baja Ringan Konstruksi
  • Genteng Metal
  • Kuda-kuda Pelana
  • Aluminium Foil
  • Garansi
  • Talang Anchor
  • Genteng metal lebih awet
  • Rangka Atap Baja Ringan
  • Rangka Atap Baja Ringan
  • Rangka Atap Baja Ringan
  • Cremona Baja Ringan
  • Kuda-kuda Baja Ringan
  • aplikasi Baja Ringan
  • Canopy Baja Ringan
harga murah material ZINCALUME dari BLUESCOPE STEEL INDONESIA


Baja Ringan Terbaik

baja ringan canal Saat ini penggunaan baja ringan untuk rangka atap lebih populer dibandingkan dengan kayu karena berbagai alasan diantaranya harga kayu yang semakin mahal dan untuk mendapatkan kayu dengan kualitas bagus sangat sulit, rangka atap dengan menggunakan kayu juga beresiko dimakan rayap beda dengan baja ringan.

Berikut ini jenis-jenis material Baja Ringan yang ada dipasaran :

1. Galvalume
Galvalume dikembangkan menggunakan konsep dasar perlindungan eloktrolisa atau reaksi pengorbanan diri (sacrificial) dari suatu logam (zinc) untuk melindungi logam lain (baja). Selain itu, metode ini juga dilengkapi dengan lapisan pelindung (barrier) berupa Al untuk menghentikan seandainya terjadi korosi. Komposisi terbaiknya adalah 55% Al, - 43.5% Zinc - 1.5% Silikon

2. Zincalume
Zincalume adalah merk dagang dari salah satu produsen yang cukup ternama dan juga termasuk pioner dalam produk baja ringan, saat ini konsumen mengira bahwa zincalume itu jenis material baja ringan padahal ini salah karena kandungan material dalam zincalume ini sama komposisinya dengan kandungan material Galvalume dengan kata lain zincalume sama dengan galvalume.

3. Galvanis
Galvanis, umumnya dikembangkan berdasarkan konsep pelapisan (barrier protection), yaitu melapisi baja dengan material logam lain yang sangat tahan terhadap korosi, namun ada juga yang dikembangkan dengan metode katoda. Lapisan pelindung berkomposisi umumnya 98% Zinc dan 0.2 Al.

Kekuatan dan ketahanan baja ringan, tergantung ukuran ketebalan material dan anti karatnya. Untuk iklim indonesia, Zincalume /Galvalume dengan pelapisan aluminium zinc minimum 150 gr/m2 atau Galvanis dengan pelapisan Zinc minimum 180 gr/m2, servis lifenya bisa 25-30 tahun,profil ini memakai baja ringan G550 sebagai bahan profil rangka.

G550 adalah standar awal penggunaan material baja ringan ini dapat diartikan secara teknis daya tahan titik leleh minimum (diakibatkan oleh gaya tarik) adalah 550 MPa (MegaPascal atau KNm) dan tegangan maksimum 550 MPa. Acuan standar awal adalah teknologi yang pertama kali digunakan dan diadopsi dari negara-negara yang sudah maju.

Paat saat ini banyak perusahaan-perusahaan yang memproduksi rangka atap baja ringan di Indonesia telah menggunakan material dengan standar nasional SNI (Standar Nasional Indonesia). Biasanya untuk menandai hal ini disertakan spesifikasi material pada profil bajanya.

Dilihat dari komposisi lapisan pelindung Al(Alumunium) pada Zincalume/ galvalume lebih besar dibandingkan Galvanis, ini berarti Zincalume/Galvalume mempunyai sifat tahan karat/ korosi yang lebih bagus daripada Galvanis karena salah satu sifat Al (Alumunium) adalah menghentikan seandainya terjadi karat/korosi.

Jadi Baja Ringan terbaik dan cocok dengan iklim Indonesia pada saat ini menurut kami adalah baja ringan jenis Zincalume/galvalume yang barang tentu sudah memiliki standar nasional SNI




Baja Ringan

Baja RinganBerbeda dengan baja biasa, baja ringan adalah baja bermutu tinggi yang ringan dan tipis, namun fungsinya setara baja biasa. Baja ringan proses pembentukanya setelah dingin (cold form steel).
Baja ringan mudah dirakit dan di buat konstruksi. baja ringan mempunyai derajat kekuatan tarik tinggi yaitu sekitar 550 MPa, sedangkan baja biasa hanya sekitar 300 MPa. Kekuatan tarik dan tegangan ini untuk mengkompensasi bentuknya yang tipis. Ketebalan baja ringan yang ada dipasaran saat ini berkisar dari 0,4mm - 1mm.
Baja ringan diciptakan untuk memudahkan perakitan dan konstruksi. Meskipun tipis, baja ringan memiliki derajat kekuatan tarik yang tinggi yaitu sekitar 550 MPa, sementara baja biasa sekitar 300 MPa. Kekuatan tarik dan tegangan ini untuk mengkompensasi bentuknya yang tipis. Ketebalan baja ringan yang beredar sekarang ini berkisar dari 0,4mm - 1mm. Sementara bila berat genteng mencapai 75kg/m2, maka jarak kuda-kuda menjadi 1,2m. Kenapa harus dipakai rangka baja ringan?


Berikut ini beberapa kelebihan dan kekurangan atap baja ringan

Kelebihan atap baja ringan:

1. Karena bobotnya yang ringan maka dibandingkan kayu, beban yang harus ditanggung oleh struktur dibawahnya lebih rendah lebih irit pemakaian.
2. Baja ringan tidak membesarkan api (non-combustible).
3. Rangka atap baja ringan tidak dimakan rayap.
4. Pemasangan rangka atap baja ringan relatif lebih cepat apabila dibandingkan rangka kayu.
5. Baja ringan nyaris tidak memiliki nilai muai dan susut, jadi tidak berubah karena panas dan dingin.

Kekurangan atap baja ringan:

1. Baja ringan tidak bisa diekspos seperti rangka kayu, sistem rangkanya yang berbentuk jaring kurang menarik bila tanpa penutup plafon.
2. Karena strukturnya yang seperti jaring ini maka bila ada salah satu bagian struktur yang salah hitung ia akan menyeret bagian lainnya maksudnya jika salah satu bagian kurang memenuhi syarat keamanan, maka kegagalan bisa terjadi secara keseluruhan (biasanya perhitungan strukturnya langsung dilakukan oleh structural engineer dari aplikatornya).
3. Baja ringan tidak sefleksibel kayu yang dapat dipotong dan dibentuk berbagai profil.




Alumunium Foil Rangka Atap Baja Ringan

Baja Ringan Alumunium foil, glasswool dan kawat ram saat ini merupakan material yang digunakan sebagai pelengkap jika aplikasi baja ringan diinstall sebagai rangka atap, namun yang paling banyak digunakan sebagai pelengkap rangka atap bajan ringan adalah alumunium foil hal ini dikarenakan alumunium foil bisa berfungsi sangat penting yaitu :

1. Alumunium foil bagian atas berfungsi untuk menolak radiasi
    matahari hingga 97%. Pada siang hari suhu ruangan dalam rumah     lebih panas hal ini disebabkan karena perpindahan panas dari     radiasi panas atap ke bagian bawah atap

2.Mengurangi terjadinya kebocoran atap
Jika terjadi kebocoran atap pada saat hujan air tidak langsung masuk kedalam ruang karena dihalangi oleh alumunium foil. Tidak merambatkan api apabila terjadi hubungan pendek
Dengan bahan kemurnian ALumunium Foil 99,45% Plastik dari polyethylene tahan robek, tidak merambatkan api, mereduksi suara sampai dengan 6db, titik leleh sampai dengan 310 derajat celcius. Alumunium foil bibuat dalam dua type.
1. Single side
2. Double side
Single side lapisan hanya satu sisi bagian atas sehingga akan tampak mengkilat dibagian atas dan buram dibagian bawah.

Double side lapisan pada dua sisi atas dan bawah sehingga tampak mengkilat pada kedua sisi.

Aluminium foil daouble side mempunyai kelebihan menolak radiasi lebih efektif dan lebih kuat jika di banding dengan alumunium single side

Alumunium foil ada yang menggunakan bahan lapisan kertas ada juga yang plastik dilihat dari bahan dasarnya tentu lebih kuat yang berbahan dasar plastic tidak mudah sobek dibandingkan yang berbahan dasar kertas dan sudah barang tentu alumunium berbahan dasar plastik lebih mahal harganya





Genteng Metal

Genteng MetalGenteng metal dibuat dari bahan Zincalume sehingga mempunyai kelebihan diantaranya bobot lebih ringan, bebas perawatan karena tahan terhadap karat, jamur, pecah serta warna memudar karena cuaca.

Jika anda menggunakan genteng metal untuk penutup atap rumah, tentunya material ini sudah sesuai untuk diaplikasikan pada konstruksi baja ringan karena bobot genteng ini juga sangat ringan sekitar 5 kg/m2.

Jika menggunakan rangka kayu juga tidak ada masalah, anda hanya jarak reng harus disesuikan dengan yang direkomendasikan oleh produsennya, karena genteng metal yang ada dipasaran mempunyai bentuk dan ukuran yang bervariasi.

Pemasangan genteng metal dengan cara di bor kemudian di pasangkan mur dengan jarak di sesuaikan pada setiap lembarnya, sehingga genteng metal menempel ke permuakaan rangka atap dengan kuat, untuk mencegah kebocoran pada saat hujan maka berikan seal pada setiap lubang yang telah dipasangkan mur tersebut, hal ini juga di lakukan pada pemasangan nok dan talang metal.

“Apakah genteng metal berisik pada saat turun hujan?” jika di bandingkan dengan genteng keramik atau beton hal ini mungkin benar jika anda menggunakan genteng metal dengan permukaaan licin atau tanpa lapisan , namun suara berisik itu akan berkurang jika menggunakan genteng metal dengan permukaan berpasir hal ini disebab kan pada saat air hujan jatuh tidak langsung mengenai metal akan tetapi lapisan dipermukaan .

Saat ini salah satu solusi yang paling tepat dan populer untuk mengatasi masalah atap adalah dengan menggunakan genteng metal sebagai penutup segala macam bangunan. Hal ini di lihat dari banyaknya permintaan pemasangan atap baja ringan dengan genteng metal untuk rumah, sekolah, gedung serbaguna, bengkel, showroom dan lain-lain.

Untuk komsumen juga sudah tersebar hampir seluruh wilayah Indonesia baik daerah perkotaan ataupun pedesaan.





Apa itu Zincalume ?

ZINCALUME Steel adalah baja lapis yang mengandung logam campuran 55 % alumunium dan 45 % seng dengan kelas coating AZ 150 yang diproses dengan teknogi tinggi. Dengan komposisi yang akurat dan teknologi yang tinggi , ZINCALUME Steel memberikan perlindungan dari korosi.Diproduksi melalui proses baja celup panas ( Hot-Dipping ) secara kontinyu pada temperatur tertentu . ZINCALUME Steel mengkombinasi sifat - sifat utama logam baja , Zinc dan Alumunium, yaitu : kekuatan dari baja , proteksi korosi prima dan ketahanan temperatur tinggi dari Alumunium, serta perlindungan Zinc pada bagian lipatan baja dan daerah goresan dengan aksi katodiknya .

Ada 3 metode pengujian yang biasa digunakan untuk mengukur kemampuan baja lapis dalam menghadapi korosi :

1. Uji Penyemprotan Larutan Garam ( Salt Spray Testing )

Pengujian laboratorium ini mengacu pada metode pengujian ASTM B117 dan AS1580. hasilnya menunjukkan bahwa setelah 2000 jama disemprot oleh larutan garam, ZINCALUME Steel tetap memiliki tampilan yang jauh lebih baik dibandingkan denga baja Galvanis yang disemprot dengan larutan garam walaupun hanya selama 240 jam saja.

2. Uji Wilayah Pantai ( Severe Marine Exposure )

Setelah 6 tahun diuji dengan cahaya langsung di wilayah pantai Bellambi Point, baha Galvanis sudah sangat kentara kehilangan lapisannya dan disertai pula oleh munculnya karat merah pada lapisan teratasnya, sedangkan ZINCALUME Steel masih tetap dalan kondisis yang baik tanpa sedikitpun tanda-tanda adanya korosi.

3. Uji Lapangan

Setelah 20 tahun terpasang di sebuah bangunan, tampak nyata bahwa atap yang terbuat dari ZINCALUME Steel masih dalam kondisi yang sangat baik sedangkan atap yang terbuat dari baja Galvanis sudah menunjukkan munculnya karat merah yang signifikan. Dari hasil ketiga test yang bisa dipertanggungjawabkan tersebut diatas menunjukkan bahwa ZINCALUME Steel yang diproduksi dengan mengacu pada Australian Standard AS 1397 dan Standard Indonesia SNI no 07.4096.1996 adalah merupakan produk yang superior dalam menghadapi korosi apalagi jika dibandingkan dengan baja Galvanis.

Kelebihan Produk :

1. Tahan Terhadap Korosi
Memiliki kekuatan empat kali lebih baik dari baja galvanis pada kondisi yang sama

2. Anti - finger marking (Resin)
yaitu tidak bersifat membekas jika disentuh

3. Lebih Ekonomis
Sangat ringan sehingga memberikan kita meter per segi yang lebih luas.

4. Penampilannya yang Atraktif
Permukaan ZINCALUME Steel yang dipenuhi kembangan halus memberikan penampilan tang berbeda dan sangat menarik.

5. Ketahanan terhadap temperatur tinggi (dari sifat alumunium) Dapat dibuat menjadi berbagai kebutuhan (fleksibel)

6. Mudah dibentuk

7. Kemampuan memantulkan panas.